Minggu, 13 Mei 2012

Berdamai Dengan Epilepsi : Bermain Organ

Berdamai dengan epilepsi jauh lebih penting daripada berkeluh kesah tentang epilepsi dan terus mempertanyakan : "Mengapa saya harus menyandang epilepsi?", dan sederet pertanyaan mengapa lagi.

Hidup manusia adalah ke depan bukan ke belakang. Mobil yang biasa kita tumpangi mengajarkan kepada kita bahwa melihat ke depan jauh lebih penting daripada melihat ke belakang, buktinya kaca mobil untuk melihat ke arah depan jauh lebih besar daripada kaca untuk melihat ke belakang.

Bukanlah hal yang mengherankan bahwa bagi orang tua dari penyandang epilepsi ataupun penyandang epilepsi itu sendiri, kondisi yang dialami memang akan menimbulkan masalah-masalah tersendiri apalagi kalau sudah berhubungan dengan dunia kerja. Beberapa orang pernah bertanya pada penulis,"Apakah kita perlu mengakui epilesi yang kita sandang saat interview atau tidak?". Pertanyaan yang sangat sulit dijawab, selanjutnya dia mengatakan lebih lanjut,"Setelah saya mengakui bahwa saya menyandang epilepsi, maka orang yang mendengarnya menjadi kaget dan sedikit menjauh, dan itu berujung tidak diterima bekerja".
Kalau anda terus berorientasi pada bekerja kantoran, memang sudah resiko bahwa penolakan setelah mengakui menyandang epilepsi seperti di atas selalu ada, meskipun ada juga kantor yang memimiliki toleransi terhadap penyandang epilepsi namun porsi itu masih kecil. Pertanyaannya ialah,"Apakah anda akan terus berpusing ria dengan masalah epilepsi ini atau tidak?". 

Alangkah bijak bila orang tua penyandang epilepsi atau penyandang epilepsi itu sendiri mengubah pola fikir bahwa tanpa kerja kantoran seseorang akan tetap bisa hidup layak, dapat membiayai hidupnya dan dapat  membiayai dirinya sendiri yaitu dengan menekuni ketrampilan. 

Sebagaimana sudah dimuat dalam postingan terdahulu tentang ketrampilan maka bermain organ pun merupakan salah satu ketrampilan yang sangat bisa diandalkan. Silakan klik link di bawah ini, saya yakin dengan melihat penampilan De Alfaris, anda akan mengamini bahwa ketrampilan bermain organ akan bisa menghasilkan.


Fadjar Setyanto

Kategori

abc Epilepsi (5) Acara Epilepsi (1) acara TV (1) adsense (1) Album Photo (1) apa itu epilepsi (4) bagaimana epilepsi (2) Berdamai Dengan Epilepsi (1) bisnis internet (1) buku (1) buku epilepsi (1) buletin rutin YEI (2) carbamazepine (1) Carbamazepine; luminal (1) cerita epilepsi (5) clobazam (1) Data Anggota (1) Data BASS anggota (1) Diet Ketogenik (6) Donasi (3) Donatur (1) epilepsi (3) epilepsy and food combining (1) Fun Walk (2) Fun Walk 2015 (3) Ganggua Penyerta (1) halal bil halal (3) Hari Epilepsi Internasional (2) Himbauan (1) HUT Yayasan Epilepsi Indonesia (3) HUT YEI 2016 (1) Idul Fitri (1) Jaknews (1) kartu anggota (1) Keanggotaan (1) Kebiasaan Mengkonsumsi Obat (1) kegiatan (16) kelangkaan obat (1) Kepengurusan (2) Kerjasama (1) ketrampilan (4) Kiat (2) komunitas (2) Komunitas Debosi (2) komunitas peduli epilepsi (2) komunitas peduli epilepsi Bandung (1) Konferensi (1) Konferensi Nasional Epilepsi 2016 (1) Media Massa (18) menikah (1) Misi YEI (2) Nomor ID YEI (1) Olah Raga (1) opini (1) pemeriksaan darah (1) Pendaftaran Anggota YEI (1) Pendataan anggota YEI (1) Pengobatan Epilepsi (1) Pertemuan (5) Pertemuan Rutin (9) Pertemuan Rutin epilepsi (1) prodia (2) Puasa (2) purple day (3) purple day 2013 (2) Purple Day 2014 (3) purple day 2017 (1) Resolusi WHO (1) Seminar (12) seminar epilepsi (4) survey (1) tabel (1) Tahun Baru (1) talk show epilepsi (1) tata laksana epilepsi pada penderita Dewasa (1) Terapi Epilepsi (2) tips (1) Tulisan bebas (7) Ucapan Idul Fitri (1) ulang tahun YEI (2) Wirausaha (1)

Purple Day - 26 Maret