Jumat, 27 Mei 2011

Acara Terdekat.

Club Epsi Yayasan Epilepsi Indonesia, mengadakan acara seminar dengan thema :


EPILEPSI ANTARA MITOS DAN KENYATAAN


Tanggal : 19 Juni 2011
Hari : Minggu
Jam : 09.00 - 12.00
Tempat : Laboratorium Prodia, Jl. Kramat Raya, Jakarta Pusat

Catatan:
- Acara ini khusus profesi dokter.



Senin, 23 Mei 2011

Pasti Ada Hikmah Di Balik Kesulitan

Saat di alam rahim, saat terjadi proses pembuahan, jutaan sperma berebut, bertanding, berlomba-lomba untuk mencapai ke indung telur. Ternyata hanya satu yang bisa mencapai ke indung telur yaitu yang serba "ter". Terkuat, tercepat, tersehat, dan segala ter lainnya. Kira-kira kita bisa katakan ialah yang terunggul. Bagaimana dengan yang lainnya? Ya setelah itu harus tersisih dan mati.

Cerita di atas ialah yang terjadi di alam rahim, setelah terjadi pembuahan dan pembentukan janin maka lahirlah seorang manusia. Diawali proses pembuahan hingga lahir yang sudah pasti atas ijin Alloh SWT jadilah seorang manusia muncul ke bumi. Bila Alloh SWT mengijinkan sesuatu terjadi sudah pasti tidak akan sia-sia, pasti ada hikmahnya. Contoh yang mudah ialah "nyamuk". Kalau difikir untuk apa Tuhan menciptakan nyamuk di muka bumi, ternyata sekarang gara-gara nyamuk jutaan orang bisa bekerja dan mendapatkan nafkah menghidupi keluarganya. Ya, itu adalah gara-gara nyamuk.

Kalau nyamuk saja membawa manfaat, apalagi bila seorang manusia lahir ke muka bumi ini.  Apapun kondisinya, pasti ada misi yang Tuhan titipkan pada orang ini. Orang ini pasti membawa manfaat bagi lingkungan sekitarnya. Meskipun nyatanya orang itu harus hidup dengan epilepsy.

 "Tapi kenapa harus anak saya yang epilepsi?", atau "Tapi kenapa saya yang epilepsi?". Tunggu sebentar saudaraku. Sebelum kita memvonis "Mengapa anak saya atau mengapa saya." Ada baiknya kita lihat beberapa tokoh dunia yang harus hidup dengan epilepsi dan ternyata menjadi tokoh dunia yang hebat. Julius Caesar, Alexander the Great, Pemimpin besar Rusia modern Czar, Raja Inggris King Charles II yang hidup di abad 17, Napoleon Bonaparte dan sebagainya, selengkapnya silakan kunjungi http://epilepsiindonesia.com/blog/orang-terkenal-yang-menderita-epilepsi.

Masyarakat memang sudah terlanjur mencap salah kepada orang yang hidup dengan epilepsy. Beginilah, begitulah, kena hantulah, menularlah dan sebagainya dan sebagainya, bahkan ada orang tua yang melarang anaknya bergaul dengan anak yang hidup dengan epilepsy. "Takut tertular", begitu alasannya. Kalau mau dibuat daftar, maka daftarnya masih akan banyak lagi. 

Bagi pembaca yang beragama Islam juga harus yakin kebenaran ayat Alloh di dalam surat Alam Nasyrah yang artinya :"Sungguh setelah kesulitan ada kemudahan. Sungguh setelah kesulitan ada kemudah. Dan hanya kepada Tuhanmulah kamu berserah diri." Saya yakin di kitab suci agama lain juga menekankan pengharapan pada Tuhan atas segala permasalahan yang dialami di muka bumi ini.

Memiliki anak atau anggota keluarga yang hidup dengan epilepsy memang terasa berat. Berat dari sisi biaya, dari sisi perasaan karena cemoohan dan kata-kata sinis dan pedas dari orang sekitar yang tidak mengerti, perasaan selalu was-was bila terjadi serangan dan banyak lagi. Akan tetapi kalau anda merujuk firman Tuhan di atas, kita harus yakin bahwa akan ada kemudahan di balik semua kesulitan-kesulitan yang timbul tersebut.

Melalui tulisan ini, penulis mengajak anda yang memiliki anak dengan epilepsy atau mungkin anda yang mengalami hidup dengan epilepsy, mari balik fikiran-fikiran negatif menjadi fikiran-fikiran positif yang penuh harap kepada Tuhan.  Mari ubah energi negatif seperti menyesal atau mengeluh menjadi energi positif untuk menemukan keistimewaan yang bisa dikembangkan. Mari tanamkan dalam diri anda bahwa TIDAK SIA-SIA TUHAN menciptakan sesuatu di muka bumi ini. Yakinlah bahwa di alam rahim anak anda yang hidup dengan epilepsy atau anda yang hidup dengan epilepsi pernah menjadi yang terunggul di antara saudara-saudara anda yang jutaan. Sekarang, mari munculkan keunggulan anak anda atau diri anda sendiri. 

Kalau anak anda atau anda pernah dicemooh, dan diejek karena epilepsy yang dialami, inilah saatnya anda katakan, boleh anda ejek anak saya / saya, boleh anda cemooh anak saya / saya, tapi masa depan belum final. Tidak ada yang tahu apa yang akan terjadi besok atau lusa atau beberapa tahun ke depan. Bumi bulat bundar apapun bisa saja terjadi. Boleh mereka mengejek anak anda / anda sekarang, tapi belum tentu nasib anak anda / anda selalu di bawah, demikian juga belum tentu mereka yang mengejek selalu tetap sehat dan tetap di atas.

Maaf bila tulisan ini provokatif, tetapi memang untuk menghadapi kondisi yang menjatuhkan semangat kita perlu energi besar agar tetap bersemangat dan positif dalam hidup ini. Semoga dengan seringnya berkomunikasi di group ini, kepositifan berfikir dalam menghadapi masalah yang sedang dihadapi akan terus terjaga.

Fadjar Setyanto, S.E.



Sabtu, 21 Mei 2011

Mengenal Penyakit Kuno Epilepsi

Psikiatri
Mengenal Penyakit Kuno Epilepsi
Print this article Email this article to friend
GERAI - Edisi Februari 2006 (Vol.5 No.7)

Pengobatan epilepsi harus dilakukan secara teratur. Penghentian obat secara mendadak dapat mengakibatkan serangan baru yang dapat memiliki dampak yang serius


Di dunia ini, kasus epilepsi cukup sering dijumpai. Dalam bukunya Epilepsi, Prof. Dr. dr. S.M. Lumbantobing, seorang pakar saraf negeri ini menyebutkan, prevalensi epilepsi di seluruh dunia mencapai 5-20 orang per 1000 penduduk. Sayangnya belum ada penelitian tentang berapa tepatnya prevalensi epilepsi di Indonesia. Namun diperkirakan berkisar antara 0,5-1,2%. Jadi dengan jumlah penduduk 210 juta jiwa, populasi penderita epilepsi mencapai 2.100.000 orang .Epilepsi dihubungkan dengan kejadian seseorang tidak sadarkan diri, terjatuh, tubuh tegang, lalu disusul dengan gerakan-gerakan kejang tanpa terkendali di seluruh tubuh.


Pahami Gejala Epilepsi Pada Anak



 JAKARTA (Berita SuaraMedia) - Kebanyakan orangtua langsung panik ketika dokter memvonis anak mereka menderita epilepsi. Padahal, penanganan yang benar dan teratur dapat mengurangi, bahkan menghilangkan serangan epilepsi.

Epilepsi, menurut dr. Mohamad Saekhu, SpBS, dari Departemen Bedah Saraf FKUI-RSCM Jakarta, terjadi akibat tidak normalnya aktivitas listrik di otak. Hal ini menyebabkan kejang dan perubahan perilaku dan hilangnya kesadaran. Tanda-tandanya bisa berupa kehilangan kesadaran untuk waktu tertentu, kejang, lidah menjulur, keluar air liur, gemetar atau tiba-tiba black out.

Ada dua jenis epilepsi yang dikenal, yaitu epilepsi umum, berupa hilangnya kesadaran, kejang seluruh tubuh hingga mengeluarkan air liur berbusa dan napas mengorok, serta terjadi kontraksi otot yang mengakibatkan pasien mendadak jatuh atau melemparkan benda yang tengah dipegangnya.





Selain itu dikenal epilepsi parsial yang ditunjukkan oleh rasa kesemutan atau rasa kenal pada satu tempat yang berlangsung beberapa menit atau jam. Bisa juga, rasa seperti bermimpi, daya ingat terganggu, halusinasi, atau kosong pikiran. Seringkali diikuti mengulang-ulang ucapan, melamun, dan berlari-lari tanpa tujuan.

Kategori

abc Epilepsi (5) Acara Epilepsi (1) acara TV (1) adsense (1) Album Photo (1) apa itu epilepsi (4) bagaimana epilepsi (2) Berdamai Dengan Epilepsi (1) bisnis internet (1) buku (1) buku epilepsi (1) buletin rutin YEI (2) carbamazepine (1) Carbamazepine; luminal (1) cerita epilepsi (5) clobazam (1) Data Anggota (1) Data BASS anggota (1) Diet Ketogenik (6) Donasi (3) Donatur (1) epilepsi (3) epilepsy and food combining (1) Fun Walk (2) Fun Walk 2015 (3) Ganggua Penyerta (1) halal bil halal (3) Hari Epilepsi Internasional (2) Himbauan (1) HUT Yayasan Epilepsi Indonesia (3) HUT YEI 2016 (1) Idul Fitri (1) Jaknews (1) kartu anggota (1) Keanggotaan (1) Kebiasaan Mengkonsumsi Obat (1) kegiatan (16) kelangkaan obat (1) Kepengurusan (2) Kerjasama (1) ketrampilan (4) Kiat (2) komunitas (2) Komunitas Debosi (2) komunitas peduli epilepsi (2) komunitas peduli epilepsi Bandung (1) Konferensi (1) Konferensi Nasional Epilepsi 2016 (1) Media Massa (18) menikah (1) Misi YEI (2) Nomor ID YEI (1) Olah Raga (1) opini (1) pemeriksaan darah (1) Pendaftaran Anggota YEI (1) Pendataan anggota YEI (1) Pengobatan Epilepsi (1) Pertemuan (5) Pertemuan Rutin (9) Pertemuan Rutin epilepsi (1) prodia (2) Puasa (2) purple day (3) purple day 2013 (2) Purple Day 2014 (3) purple day 2017 (1) Resolusi WHO (1) Seminar (12) seminar epilepsi (4) survey (1) tabel (1) Tahun Baru (1) talk show epilepsi (1) tata laksana epilepsi pada penderita Dewasa (1) Terapi Epilepsi (2) tips (1) Tulisan bebas (7) Ucapan Idul Fitri (1) ulang tahun YEI (2) Wirausaha (1)

Purple Day - 26 Maret