Selasa, 03 Juli 2012

STRATEGI BERPUASA BAGI PENYANDANG EPILEPSI



Oleh: dr. Irawaty Hawari, SpS
Sebentar lagi kita akan memasuki bulan Ramadhan, dimana umat Islam di seluruh dunia akan menjalankan ibadah puasa selama sebulan penuh. Akan tetapi, bagaimana dengan mereka yang sakit atau terutama pada orang-orang dengan penyakit kronis seperti penyandang epilepsi yang harus minum obat secara rutin, apakah mereka bisa berpuasa?

Seperti kita ketahui bahwa bangkitan epilepsi terjadi akibat adanya cetusan listrik yang berlebihan / abnormal di otak, sehingga mengakibatkan kejang atau bentuk lain seperti perubahan tingkah laku, perubahan kesadaran, dan perubahan lain yang hilang timbul baik yang terasa atau yang terlihat. Untuk mengendalikan aktifitas abnormal tadi, penyandang epilepsi diharuskan untuk minum obat anti epilepsi (OAE) secara teratur .


Pada hakekatnya, agama Islam menyuruh kita berpuasa tidak hanya sekedar menjalankan kewajiban ibadah saja, karena ternyata banyak manfaat yang bisa di dapatkan bila kita berpuasa. Dari berbagai penelitian dikatakan, bahwa saat berpuasa terjadi proses detoksifikasi dari organ-organ tubuh kita, berpuasa juga dapat meningkatkan imunitas tubuh, serta puasa yang dilakukan secara teratur dapat memperpanjang usia.

Kembali pada seorang penyandang epilepsi, apakah ia sanggup untuk berpuasa? Bila penyandang epilepsi yang masih dalam proses pengaturan obat dan masih mengalami bangkitan disarankan untuk tidak berpuasa. Begitu pula pada penyandang epilepsi yang mengkonsumsi beberapa OAE (multifarmaka, multidosis). Akan tetapi bila serangan sudah teratasi, OAE bisa secara perlahan diatur / dirubah waktu meminumnya. Misalnya si A biasa minum karbamazepin 2 x sehari 1 tablet pada jam 07.00 dan jam 19.00, maka ia dapat menggeser waktu minum obatnya, sehingga bisa diminum saat sahur dan setelah berbuka puasa. Bila harus minum 3x sehari 1 tablet, bisa dirubah menjadi 2 x 1½ tablet, jadi meskipun frekuensi minum obat berkuran, tapi dosis perhari tetap. Sedangkan bagi mereka yang menggunakan OAE dengan dosis 1 x sehari tentunya tidak terlalu bermasalah.

Saat ini memang ada beberapa obat anti epilepsi yang cukup diminum satu kali sehari saja, tapi bukan berarti saat puasa kita boleh langsung mengganti obat dengan dosis 1 x sehari. Kita juga tidak boleh menurunkan dosis atau menghentikan obat secara mendadak karena akan berakibat fatal.

Pada beberapa penelitian di luar negeri memang banyak yang tidak menganjurkan penyandang epilepsi untuk berpuasa karena dikhawatirkan kondisi lapar (kurang kadar gula darah / hipoglikemia) akan mencetuskan kejangnya, demikian juga dengan waktu tidur yang kurang. Akan tetapi ternyata yang berpengaruh adalah karena siklus bangun-tidur mereka yang berkali-kali. Misalnya bangun sahur terlalu dini, sehingga setelah sahur tidur lagi sebentar sampai imsak / subuh, kemudian tidur lagi. Atau mau iktikaf di masjid semalaman, sehingga saat aktifitas keesokan harinya jadi terganggu karena mengantuk.
Allah SWT tidak akan membebani / menyusahkan umatnya, akan tetapi kadang manusia yang menyusahkan dirinya sendiri. Bila seseorang tidak sanggup berpuasa karena sakit, maka ia boleh tidak berpuasa, tapi bila sudah sembuh, diwajibkan untuk mengganti puasanya. Demikian juga para penyandang epilepsi, kerjakanlah ibadah yang wajib dulu, bila sanggup baru laksanakan ibadah sunah lainnya. Kita harus menyadari kondisi kita, sehingga tidak perlu memaksakan diri.

Setiap individu berbeda kondisinya, apakah sudah terkontrol bangkitan epilepsinya, obat apa yang diminum, berapa kali frekuensi pemberian, dosis maupun jumlah obat yang harus diminum. Jadi, sebaiknya konsultasikan lebih dahulu ke dokter Anda apakah dimungkinkan untuk coba berpuasa dan bagaimana cara mengatur minum obatnya.
Ingatlah, jangan sekali-kali mengatur dosis sendiri atau mengganti obat bahkan menghentikan OAE tanpa konsultasi ke dokter, karena akan mengakibatkan bangkitan yang lebih berat bahkan sampai mengancam jiwa.
Selamat Menjalankan Ibadah Puasa
1433 H


Sent from my BlackBerry®
for www.ina-epsy.org

Kategori

abc Epilepsi (5) Acara Epilepsi (1) acara TV (1) adsense (1) Album Photo (1) apa itu epilepsi (4) bagaimana epilepsi (2) Berdamai Dengan Epilepsi (1) bisnis internet (1) buku (1) buku epilepsi (1) buletin rutin YEI (2) carbamazepine (1) Carbamazepine; luminal (1) cerita epilepsi (5) clobazam (1) Data Anggota (1) Data BASS anggota (1) Diet Ketogenik (6) Donasi (3) Donatur (1) epilepsi (3) epilepsy and food combining (1) Fun Walk (2) Fun Walk 2015 (3) Ganggua Penyerta (1) halal bil halal (3) Hari Epilepsi Internasional (2) Himbauan (1) HUT Yayasan Epilepsi Indonesia (3) HUT YEI 2016 (1) Idul Fitri (1) Jaknews (1) kartu anggota (1) Keanggotaan (1) Kebiasaan Mengkonsumsi Obat (1) kegiatan (16) kelangkaan obat (1) Kepengurusan (2) Kerjasama (1) ketrampilan (4) Kiat (2) komunitas (2) Komunitas Debosi (2) komunitas peduli epilepsi (2) komunitas peduli epilepsi Bandung (1) Konferensi (1) Konferensi Nasional Epilepsi 2016 (1) Media Massa (18) menikah (1) Misi YEI (2) Nomor ID YEI (1) Olah Raga (1) opini (1) pemeriksaan darah (1) Pendaftaran Anggota YEI (1) Pendataan anggota YEI (1) Pengobatan Epilepsi (1) Pertemuan (5) Pertemuan Rutin (9) Pertemuan Rutin epilepsi (1) prodia (2) Puasa (2) purple day (3) purple day 2013 (2) Purple Day 2014 (3) purple day 2017 (1) Resolusi WHO (1) Seminar (12) seminar epilepsi (4) survey (1) tabel (1) Tahun Baru (1) talk show epilepsi (1) tata laksana epilepsi pada penderita Dewasa (1) Terapi Epilepsi (2) tips (1) Tulisan bebas (7) Ucapan Idul Fitri (1) ulang tahun YEI (2) Wirausaha (1)

Purple Day - 26 Maret