Total Pengunjung Blog Ini

MARI HILANGKAN STIGMA NEGATIF EPILEPSI. Epilepsi bukan kutukan, epilepsi tidak menular, dan epilepsi bisa dikontrol.

Panduan Perjalanan Bagi Penyandang Epilepsi




INSTRUKSI PERTOLONGAN PERTAMA

- Apa yang perlu anda lakukan saat Saya mendapat serangan dengan guncangan keras.

1. Tolong lindungi kepala saya.
2. Jangan tahan atau batasi gerakan saya kecuali saya dalam keadaan berbahaya.
3. Jangan meletakkan sesuatu di mulut saya, khususnya jari anda.
4. Saat serangan selesai bicaralah padaku dan letakkan saya di tempat dimana saya bisa bernafas.
5. Biarkan saya istirahat ketika serangan berakhir.

Catatan :
Tidak selalu anda harus menghubungi petugas kesehatan kecuali serangannya terlalu lama dari biasanya untuk saya, atau bila saya ada kejang berguncang setelah serangan yang satu dengan yang laiinya.

- Apa yang perlu anda lakukan bila saya mendapat serangan tanpa guncangan.

1. Jangan pegangi saya dengan keras kecuali saya dalam keadaan bahaya.
2. Pantau kondisi saya bila serangan berulang.
3. Tinggallah bersama saya hingga saya benar-benar menyadari yang terjadi dan bisa berbicara pada anda.

Berdamai Dengan Epilepsi : Bermain Organ

Berdamai dengan epilepsi jauh lebih penting daripada berkeluh kesah tentang epilepsi dan terus mempertanyakan : "Mengapa saya harus menyandang epilepsi?", dan sederet pertanyaan mengapa lagi.

Hidup manusia adalah ke depan bukan ke belakang. Mobil yang biasa kita tumpangi mengajarkan kepada kita bahwa melihat ke depan jauh lebih penting daripada melihat ke belakang, buktinya kaca mobil untuk melihat ke arah depan jauh lebih besar daripada kaca untuk melihat ke belakang.

Bukanlah hal yang mengherankan bahwa bagi orang tua dari penyandang epilepsi ataupun penyandang epilepsi itu sendiri, kondisi yang dialami memang akan menimbulkan masalah-masalah tersendiri apalagi kalau sudah berhubungan dengan dunia kerja. Beberapa orang pernah bertanya pada penulis,"Apakah kita perlu mengakui epilesi yang kita sandang saat interview atau tidak?". Pertanyaan yang sangat sulit dijawab, selanjutnya dia mengatakan lebih lanjut,"Setelah saya mengakui bahwa saya menyandang epilepsi, maka orang yang mendengarnya menjadi kaget dan sedikit menjauh, dan itu berujung tidak diterima bekerja".

Buletin Mei 2012, Yayasan Epilepsi Indonesia


Setiap acara pertemuan rutin Yayasan Epilepsi Indonesia menerbitkan buletin rutin, berikut ialah link untuk melihat buletin tersebut



Pertemuan Rutin Yayasan Epilepsi Indonesia

Pada tanggal 6 Mei 2012, bertempat di Gd Kaum Ibu, Jl Duren Tiga Raya, Jakarta, Yayasan epilepsi Indonesia mengadakan pertemuan rutin 3 bulanan. Hadir dalam pertemuan tersebut para penyandang epilepsi, orang tua penyandang epilepsi, tenaga kesehatan, dan orang-orang yang memiliki kepedulian terhadap epilepsi di Indonesia dan penanganannya.

Menghadapi Epilepsi, Pengalaman Bpk Azharianto, Jakarta

Pak Azharianto atau akrab dipanggil Pak Harry sudah sejak 11 tahun, atau sekitar 39 hidup dengan epilepsi.




Menjabat sebagai Kepala Sub Bagian Data dan Statistik APBN, Bagian Data dan Informasi, Badan Kebijakan Fiskal, Kementerian Keuangan pak Harry menceritakan tentang epilepsi yang disandangnya sejak umur 11 tahun.


Saat saya dinyatakan menyandang epilepsi sangat berat mempercayainya dan sangat berat bisa bergaul di lingkungan. "Saya jadi sulit berinteraksi dengan lingkungan karena saya merasa berbeda dengan orang lain," begitu Pak Harry menyampaikan kepada para hadirin di pertemuan rutin Yayasan Epilepsi Indonesia tanggal 6 Mei 2012 di Jakarta.


Pengalaman Dengan Epilepsi, Ibu Dian Dari Bogor

"Orang tua sebaiknya jangan malu bila terjadi kasus epilepsi menimpa anaknya," demikian disampaikan Ibu Dian Anggraeni dari Bogor pada acara pertemuan rutin Yayasan Epilepsi Indonesia 6 Mei 2012 di Jakarta.

Ibu Dian memiliki putra yang mulai menyandang epilepsi sejak 6 tahun yang lalu.

Pengalaman yang sangat menyakitkan yang dialami oleh Ibu Dian adalah saat sang buah hati dikeluarkan dari sekolah dan itu dilakukan saat bagi raport tanpa pemberitahuan terlebih dahulu.

Snelling Membantu Pengumpulan Dana Yayasan Epilepsi Georgia

Atlanta Falcons berlari di belakang Jason Snelling (44) yang berlari menuju zona akhir melewati Arizona Cardinals Rashad Johnson pada bagian pertama touchdown dari dua touchdown selama quarter kedua di Georgia Dome di Atlanta. 

Snelling seorang penyandang epilepsi menjadi salah satu orang yang sangat berperan dalam pengumpulan dana bantuan untuk Yayasan Epilepsi di negaranya. Dia berkontribusi dengan ketrampilannya menjadi pemain football.

Berdamai Dengan Epilepsi : Ketrampilan Membuat Kue

Salah satu ketrampilan yang menarik untuk ditekuni ialah membuat kue.

Ketrampilan ini tidak hanya perlu bagi para penyandang epilepsi tapi juga perlu untuk siapa yang saja yang menyukai memasak atau yang ingin membuat penghasilan sampingan dari membuat kue.

Sesuai dengan judulnya yaitu berdamai dengan epilepsi, maka kali ini mari kita lihat manfaat menguasai membuat kue untuk para penyandang epilepsi.