Jumat, 20 Agustus 2010

TANYA-JAWAB SEPUTAR EPILEPSI


-->
TANYA-JAWAB SEPUTAR EPILEPSI
 (dr. Irawati Hawari, Sp.S.)

Apakah epilepsi sama dengan kesurupan?
Epilepsi adalah salah satu penyakit neurologis menahun yang diakibatkan adanya aktifitas listrik abnormal di otak.

Apa yang terjadi pada orang dengan epilepsi?
Sebagaimana kita ketahui bahwa otak kita terdiri dari sekitar seratus milyar sel-sel saraf yang disebut neuron, dimana mereka membawa sinyal-sinyal keseluruh bagian otak dan antara otak ke bagian-bagian lain dari tubuh. Masing-masing neuron menghasilkan sinyal listrik yang kemudian disebarkan oleh neurotransmitter dalam bentuk sinyal penghantar saraf.
Pada suatu serangan epilepsi, terjadi suatu aktifitas listrik abnormal di otak kita, dengan bentuk
manifestasi berupa serangan-serangan kejang ATAU bentuk lain seperti perubahan tingkah laku, perubahan kesadaran dan perubahan-perubahan lain yang hilang timbul, baik yang terasa atau terlihat.
Apakah Epilepsi menular melalui air liur?
Epilepsi bukanlah suatu penyakit yang menular, jadi kita tidak akan tertular bila terkena air liurnya. Epilepsi dapat terjadi di seluruh dunia tanpa batasan ras dan social-ekonomi.
Apa penyebabnya?
Gangguan listrik di otak tersebut dapat disebabkan antara lain oleh kerusakan jaringan misalnya cedera kepala, tumor otak, atau akibat gejala sisa dari suatu penyakit seperti infeksi otak, gangguan peredaran darah otak (stroke), cacat lahir, kelainan genetic. Sekitar 30% tidak diketahui penyebabnya.
Berapa prevalensi / angka kejadiannya?
Angka kejadian epilepsi masih tinggi terutama di Negara-negara berkembang. Dari banyak studi menunjukkan bahwa rata-rata prevalensi epilepsi aktif 8.2/1000 penduduk, sedangkan angka insidensi mencapai 50/100.000 penduduk. Bila jumlah penduduk Indonesia berkisar 220 juta jiwa, maka diperkirakan jumlah pasien epilepsi yang membutuhkan pengobatan sekitar 1.8 juta jiwa ! Prevalensi pada bayi dan anak-anak cukup tinggi, menurun pada dewasa muda dan pertengahan, meningkat lagi pada kelompok usia lanjut.

Bagaimana manifestasi / gejalanya?
Manifestasi serangan dapat berbeda-beda karena tergantung pada fungsi otak mana yang terganggu. Secara garis besar kita dapat membagi epilepsi berdasarkan jenis serangannya menjadi dua bagian, yaitu epilepsy umum dan epilepsy parsial.
Jenis serangan yang termasuk dalam epilepsi umum adalah: 1) Petit Mal (Absence), 2) Grand Mal (tonik-klonik), 3) Mioklonik
Jenis serangan yang termasuk dalam epilepsi parsial adalah: 1) Parsial sederhana (tanpa gangguan kesadaran), 2) Parsial kompleks (disertai gangguan kesadaran), 3) Umum sekunder (merupakan perkembangan dari parsial sederhana atau kompleks menjadi umum).
Apakah bisa sembuh?
Sama halnya dengan penyakit-penyakit kronis lainnya seperti Hipertensi (penyakit darah tinggi) atau Diabetes Mellitus (penyakit kencing manis), epilepsi juga penyakit yang dapat diobati dan dikendalikan. Dengan meminum obat secara teratur diharapkan serangan dapat dikendalikan bahkan hilang, sehingga orang dengan epilepsi dapat hidup layaknya orang normal.
Apakah obat anti epilepsi (OAE) harus diminum seumur hidup?
OAE diberikan sampai pada dosis yang tepat sehingga orang dengan epilepsy tidak mengalami serangan lagi. OAE harus diminum dengan dosis yang sama minimal selama 2 tahun sejak bebas serangan. Dengan penanganan yang cepat,  tepat dan benar diharapkan akan meningkatkan kualitas hidup orang dengan epilepsy.









Apa yang dapat dilakukan apabila kita berada dengan orang dengan epilepsi yang sedang mengalami serangan?
  • Hindarkan benturan kepala atau bagian tubuh lainnya dari benda keras, tajam atau panas. Jauhkan ia dari tempat/benda berbahaya.
  • Longgarkan bajunya. Miringkan kepalanya ke samping untuk mencegah lidahnya menutupi jalan pernafasan.
  • Biarkan kejang berlangsung. JANGAN memasukkan benda keras diantara giginya karena dapat menyebabkan gigi patah.
  • Penderita akan bingung atau mengantuk setelah kejang. Biarkan ia istirahat.
  • Laporkan kepada keluarga dekatnya. Hal ini penting untuk pemberian pengobatan oleh dokter.
  • Bila serangan berulang-ulang dalam waktu singkat atau penderita terluka berat, bawa segera ke dokter atau Rumah Sakit terdekat.

Kategori

abc Epilepsi (5) Acara Epilepsi (1) acara TV (1) adsense (1) Album Photo (1) apa itu epilepsi (4) bagaimana epilepsi (2) Berdamai Dengan Epilepsi (1) bisnis internet (1) buku (1) buku epilepsi (1) buletin rutin YEI (2) carbamazepine (1) Carbamazepine; luminal (1) cerita epilepsi (5) clobazam (1) Data Anggota (1) Data BASS anggota (1) Diet Ketogenik (6) Donasi (3) Donatur (1) epilepsi (3) epilepsy and food combining (1) Fun Walk (2) Fun Walk 2015 (3) Ganggua Penyerta (1) halal bil halal (3) Hari Epilepsi Internasional (2) Himbauan (1) HUT Yayasan Epilepsi Indonesia (3) HUT YEI 2016 (1) Idul Fitri (1) Jaknews (1) kartu anggota (1) Keanggotaan (1) Kebiasaan Mengkonsumsi Obat (1) kegiatan (16) kelangkaan obat (1) Kepengurusan (2) Kerjasama (1) ketrampilan (4) Kiat (2) komunitas (2) Komunitas Debosi (2) komunitas peduli epilepsi (2) komunitas peduli epilepsi Bandung (1) Konferensi (1) Konferensi Nasional Epilepsi 2016 (1) Media Massa (18) menikah (1) Misi YEI (2) Nomor ID YEI (1) Olah Raga (1) opini (1) pemeriksaan darah (1) Pendaftaran Anggota YEI (1) Pendataan anggota YEI (1) Pengobatan Epilepsi (1) Pertemuan (5) Pertemuan Rutin (9) Pertemuan Rutin epilepsi (1) prodia (2) Puasa (2) purple day (3) purple day 2013 (2) Purple Day 2014 (3) purple day 2017 (1) Resolusi WHO (1) Seminar (12) seminar epilepsi (4) survey (1) tabel (1) Tahun Baru (1) talk show epilepsi (1) tata laksana epilepsi pada penderita Dewasa (1) Terapi Epilepsi (2) tips (1) Tulisan bebas (7) Ucapan Idul Fitri (1) ulang tahun YEI (2) Wirausaha (1)

Purple Day - 26 Maret