Yayasan Epilepsi Indonesia sedang mempersiapkan sebuah buku yang akan berthemakan Epilepsi antara Fakta dan Mitos. Diharapkan buku ini bisa diluncurkan saat Ulang Tahun Yayasan Epilepsi Indonesia pada bula Oktober yang akan datang.
Salah satu tujuan pembuatan buku ini untuk melatih para penyandang maupun orang tua penyandang bisa memiliki kepercayaan diri dan mau menerima atas epilepsi yang ada. Tujuan lainnya ialah menyampaikan kepada masyarakat bahwa banyak fakta menunjukan para penyandang epilepsi bisa hidup normal, sehingga masyarakat hendaknya tidak hanya melulu mempercayai mitos.
Bagi para penyandang atau orang tua penyandang yang ingin mengirimkan artikel pengalamannya dengan epilepsi masih ada waktu hingga akhir Juni 2013.
Untuk memudahkan penulisan bagi yang ingin mengirimkan artikel tapi bingung semoga tips menulis di bawah ini bisa bermanfaat :
Buat pertanyaan dalam diri anda lalu jawab dengan menuangkannya dalam bentuk tulisab:
- APA? (Apa yang sedang anda fikirkan/rasakan/alami dengan epilepsi).
- MENGAPA (sesuatu itu muncul/kejadian muncul dsb).
- SIAPA (yang menyandang epilepsi/mengejek/menyakiti/membantu dsb).
- KAPAN (kejadiaannya muncul/bertemu seseorang dsb)
- DIMANA
- BAGAIMANA (solusi/memecahkan masalah/mengatasi masalah).
Mengenai urutan pertanyaan tersebut bisa dibolak-balik mana yang lebih dulu akan dijawab dan dituangkan ke dalam tulisan.
Semoga sedikit tips ini bisa bermanfaat untuk menulis.
Yang terpenting memang sering-seringlah menulis, karena dengan menulis berarti kita melatih otak untuk terus berfikir dan bekerja, semoga ini juga bisa menjadi salah satu terapi untuk mengontrol serangan. Semoga.
@fajarsetyanto
Laman
▼
Selasa, 04 Juni 2013
Senin, 03 Juni 2013
Pertemuan Rutin Yayasan Epilepsi Indonesia
Yayasan Epilepsi Indonesia menyelenggarakan pertemuan rutin 3 bulanan pada tanggal 2 Juni 2013 di Taman Pembibitan Tebet.
Melalui pertemuan ini diharapkan para orang tua penyandang ataupun para penyandang serta orang-orang yang peduli dengan epilepsi bisa berbagi pengalaman berhadapan dengan epilepsi.
Acara dihadiri para anggota Yayasan Epilepsi Indonesia.
"Kita harus bisa menerima keadaan kita sendiri", demikian ungkap Krisna Bayu, seorang peraih 12 emas olimpiade dan Asia yang juga merupakan penyandang epilepsi.
Sebelum acara berakhir para peserta diundang untuk mengirimkan artikelnya untuk buku tentang penyandang epilepsi fakta dan mitos.
Acara diakhiri dengan konsultasi dengan dokter spesialis syaraf, dr Irawati Hawari, Sp.S.
Melalui pertemuan ini diharapkan para orang tua penyandang ataupun para penyandang serta orang-orang yang peduli dengan epilepsi bisa berbagi pengalaman berhadapan dengan epilepsi.
Acara dihadiri para anggota Yayasan Epilepsi Indonesia.
"Kita harus bisa menerima keadaan kita sendiri", demikian ungkap Krisna Bayu, seorang peraih 12 emas olimpiade dan Asia yang juga merupakan penyandang epilepsi.
Sebelum acara berakhir para peserta diundang untuk mengirimkan artikelnya untuk buku tentang penyandang epilepsi fakta dan mitos.
Acara diakhiri dengan konsultasi dengan dokter spesialis syaraf, dr Irawati Hawari, Sp.S.